Waspada Jadetabek Hujan Lebat dari Sabtu Malam Ini Pukul 10 hingga Dini Hari LAPAN

Waspada Jadetabek Hujan Lebat dari Sabtu Malam Ini Pukul 10 hingga Dini Hari LAPAN

Hingga Sabtu (20/2/2021) malam, banjir masih menggenangi beberapa titik yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Berdasarkan pantauan Satellite based Disaster Early Warning System (SADEWA) milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hujan lebat akan terjadi mulai malam hari di wilayah pesisir Jadetabek. Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti Sains Atmosfer pada Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN, Erma Yulihastin, yang dikutip dari kanal YouTube Kompas TV.

"Karena ini sudah diuji pada 1 Januari 2020 dan terbukti pada tengah malam tadi sampai dini hari." "Berdasarkan pola yang ditampilkan oleh hasil prediksi SADEWA menunjukkan curah hujan ekstrem akan terjadi di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi," ungkap Erma, dikutip dari Kompas TV, Sabtu (20/2/2021). Perlu diketahui, SADEWA adalah model prediksi yang bisa memberikan prediksi secara akurat, kapan timing dari hujan yang bersifat ekstrem bisa terjadi.

Erma menambahkan air banjir ini berasal dari Selat Sunda yang sudah mulai masuk di wilayah pesisir Jawa bagian utara Jakarta. Manyarakat sekitar Jadetabek pun diimbau untuk terus waspada. Pasalnya, diperkirakan akan terjadi hujan lebat mulai Sabtu malam pukul 22.00 WIB hingga dini hari.

"Mulai waspada itu mulai dari 22.00, 23.00, itu masyarakat itu udah mulai wah ini waktunya ini mungkin akan ada kiriman air datang dan sebagainya." "Nah sampai jam berapa, ini pukul 04.00 05.00 WIB," jelas Erma. Ia menambahkan, pola curah hujan masih sama dan terus berulang hingga beberapa hari ke depan dengan intensitas yang tinggi terjadi pada dini hari.

"Dari sejak tanggal 18, 19, 20, 21, bahkan 22 itu selalu ada mekanisme hujan dini hari yang pick . Jadi pick itu maksudnya bahwa hujan itu terjadi secara maksimum," sambungnya. Namun Erma menegaskan hujan yang akan terjadi Minggu (21/2/2021) pagi hingga dini hari, akan ada pengurangan dalam segi intensitas. "Untuk kondisi besok pada tanggal 21 Februari, hari Minggu pagi atau dini hari itu ada pengurangan dalam segi intensitas dan yang kedua juga dalam hal durasi."

"Jadi ini perlu dipahami bahwa ada pengangan yang signifikan. Hujan tidak lagi seperti polanya yang ditunjukkan oleh kejadian ekstrem yang tadi pagi itu," tutur Erma. Pada Senin (22/2/2021) dini hari juga akan terjadi pola yang sama tapi jauh lebih berkurang lagi baik durasi maupun intensitasnya. Erma menegaskan, ada satu hal yang tetap, yaitu konsentrasi hujan ada di DKI Jakarta.

Hal ini dikarenakan adanya penguatan yang disebut dengan background wind , atau angin dari utara yang persis lokasinya ada di utara Jakarta. "Penguatan dari background wind ini mencapai puncaknya pada kemarin. Dari tanggal 20 Februari malam itu peningkatan yang paling tinggi dari background wind hingga mencapai delapan meter per detik," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, banjir masih terus menggenangi kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, hingga Sabtu (20/2/2021) sore.

Dikutip dari tayangan Breaking News Kompas TV pada Sabtu (20/2/2021), ketinggian banjir paling rendah 50 sentimeter hingga paling tinggi empat meter. Petugas tim gabungan mengaku kesulitan mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah. Selain karena ketinggian air, arus yang deras juga menjadi alasan sulitnya proses evakuasi.

Oleh karena itu, petugas hanya bisa mengevakuasi warga yang berada di 100 meter, sekitar bantaran Sungai Sunter. Petugas pun mengimbau warga untuk tetap berhati hati dalam proses evakuasi karena harus melawan arus yang cukup deras. Diketahui masih ada warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu yang masih memilih untuk tinggal di kediamannya masing masing.

Secara persuasif, petugas telah meminta kepada para warga agar berkenan untuk dievakuasi di titik titik pengungsian yang telah disediakan, mengingat mereka tidak bisa bertahan lama di rumahnya. Petugas juga memprediksi banjir baru bisa surut dalam waktu yang cukup lama, sekitar dua hingga empat hari. Tim gabungan telah mengerahkan sedikitnya dua perahu karet dari masing masing satuan.

Tim gabungan tersebut terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Tim SAR. Mereka telah mengoperasikan perahu karetnya masing masing untuk membantu mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir di rumahnya. Setidaknya ada 2.321 warga Cipinang Melayu, yang terdampak banjir kali ini.

Disebutkan juga banjir ini adalah satu diantara yang terbesar sejak Januari 2020 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *